Kalo Ga Suka, Ngomong..

Sebenernya dari judul, udah ketawan kali yah yang aku mau omongin apa 🙂
Yeap, soal komunikasi, kalo kamu ga suka sama kelakuan pasangan kamu, yah ngomong.
I grew up in the environment where people don’t really communicate, well, komunikasi sih tetep lah yah, kayak ngobrol, tapi kalo soal komunikasiin masalah, kebanyakkan orang milih untuk diem, atau di ungkapin dengan cara yang sebenernya ga efektif untuk nyelesain masalah itu sendiri.
Orang-orang di lingkungan aku, waktu ngadepin masalah, they either shout to each other, trus cerita ke temen dulu atau dipendem sendiri. Let me tell you in detail one by one.

1. Shouting
Pernah gak sih kalian denger tetangga, suami istri teriak-teriak? Buat aku dulu ini udah makanan sehari-hari. Tetangga sebelah rumah, sering banget berantem dan demen banget teriak-teriak trus ditambah anak mereka nangis kejer. Kalo aku ada disituasi kayak begitu, bisa kelenger rasanya.
Sadly, kebanyakkan pasangan yang aku pernah liat kalo berantem, yang satu teriak, eh yang satunya teriak lebih kenceng. Atau yang kadang yang lebih parah, dua-duanya teriak dalam waktu yang bebarengan.
I mean, can they really hear what their partner has to say?

Kadang alasan orang teriak itu karena mereka ngerasa ga di denger dan ga dihargain pendapatnya. Ada yang mulai komunikasiin masalah mereka pelan-pelan, tapi pasangannya ga terima dan ngerasa dituduh, akhirnya nada mulai tinggi, dan akhirnya terjadilah lomba teriak, entah di rumah atau kadang ada juga kejadian di tempat umum.
Alesan lain orang teriak adalah emang sifatnya orang tersebut yang tempramental, yang gampang banget marah dan mereka menggunakkan talenta teriak tersebut buat bikin takut si pendengar.

2. Cerita ke temen atau social media. 
Ini sering banget banget banget terjadi. Banyak banget cewe atau cowo (well as far as I know sih lebih ke cewe) yang kalo misalnya lagi ada masalah sama pasangan, cerita ke temen atau sahabat duluan. Aku dulu begini, kalo lagi ada masalah sama pacar, cerita ke temen dulu atau pas jaman-jaman dulu alay, ceritain ke social media.

Coba deh pikir baik-baik, temen kamu nih ga tau luar dalem pasangan kamu itu kayak apa orangnya. Waktu kamu cerita ke temen, yang temen kamu denger itu cuma sisi buruknya pasangan kamu ajah. Sisanya temen kamu mungkin cuma tau 30% lah soal hubungan kamu sama pacar. Don’t get me wrong, there’s absolutely nothing wrong to tell your friend about what happened between you and your partner. Luckily, if you have a good friend, maybe kamu bisa dapet opini yang baik dan bisa ngebantu kamu jadi lebih bijak. Tapi kalo kamu cerita ke orang yang salah, yang ada masalah kamu malah bikin tambah runyam, dan parahnya  your relationship might end.
Apalagi social media, I think sometimes it is a dangerous place to tell your problem. Kebayang gak sih malunya pacar kamu? Kebanyang gak sih perasaan orang yang kamu sayang gimana? Temen-temennya jadi tau, temen-temen kamu jadi tau, dari yang kamu kenal sampe yang ga gitu kenal. Bayangin image orang yang kamu sayang tersebut. Hancur lebur.

Let’s take me as an example. I am married with my husband for almost two years now, engaged for 4  months, was dating for 1 year and PDKT for 3 months total time we’ve been together is roughly 3 years and 7 months. Aku boong namanya kalo aku bilang ga pernah berantem sama sekali, jujur kita berdua emang ga pernah berantem besar, tapi berantem-berantem kecil, argue, dan ngambek mah pasti. This is what real relationship looks like, ga cuma kembang gula doang isinya, yang pait-pait pasti ada. Aku yakin kalian yang pacaran atau udah nikah pasti ngalamin ini semua.
Sekarang gini, in the moment pas aku sama suami berantem, aku bisa ajah cerita ke orang lain (temen, sahabat, orang tua,dll) soal ini, but I choose not to. Why? Pertama, beda pendapat, ngerasa ga suka akan sesuatu trus berantem or arguing itu wajar. I know cerita ke orang lain itu ga akan bisa ngebantu nyelesain masalah kami juga. Kedua, because I love him and I know clearly, strongly, transparently how much he loves me. Because I love him, aku ga mau reputasi or his image jadi jelek di mata orang lain, cuma karena satu atau bahkan puluhan kesalahan 🙂

3. Dipendem sendiri trus di diemin.
Orang suka bilang “Kalo ada masalah tuh jangan dipendem sendiri, nanti numpuk-numpuk meledak, jadi lebih parah akhirnya.”
I could not be more agree than this one. Aku alamin sendiri, aku liat sendiri hasil hubungan yang dimana kalo ada masalah, mereka pendem sendiri, ditumpuk-tumpuk sampe lama, atau di diemin ajah dan ga pernah di omongin juga. Baikkan yah baikkan tanpa ungkit-ungkit akar masalahnya. Sekalinya meledak, maaann… I promise you, you don’t want to witness it and you don’t want to be on that point. But let me tell you this, those relationship mostly ended in a place that is horrifying. It is a place where couples lost their love towards each other, hubungan jadi renggang dan berantakan, perselingkuhan terjadi, dan fatalnya perceraian (untuk yang nikah), batal nikah (untuk yang tunangan), dan putus (untuk yang pacaran).


Learn to Communicate

Sebenernya berantem itu perlu dalam sebuah hubungan. It will make you know each other more. And if you succeed to go pass it, your relationship will go stronger and you will feel even more closer to each other. Tapi untuk mempunyai hubungan yang sukses, diperluin pengorbanan dari kedua belah pihak. Being in a relationship means willing to share your life with someone else, waktu kamu share hidup kamu sama orang lain, means kamu bersedia untuk terima baik dan buruknya, kamu bersedia untuk ngorbanin ego dan sifat kamu for the sake of successful relationship. If you need to fight, fight good. Fight like a woman, fight like a man, fight like adults.

1. Talk, don’t shout.
A Hindu saint says this “When two people are angry at each other, their hearts distance a lot. To cover that distance they must shout to be able to hear each other. The angrier they are, the stronger they will have to shout to cover that great distance. What happens when two people fall in love? They don’t shout at each other but talk softly, because their hearts are very close. The distance between them is either nonexistent, or very small.” // Seriously, you’re the bomb, Mr. Saint! I LOVE IT.
Teriak-teriak won’t work in any relationship. I think it makes you hate each other more. Berantem dalam suatu hubungan itu bukan soal siapa yang menang atau kalah, bukan juga soal lomba teriak siapa yang paling kenceng, dan bukan juga soal nunjukkin siapa yang berkuasa dan paling jago. But mostly, when couple fights, they shifted to win-lose competition.
Kalian berantem to show your emotion, so pasangan kamu ngerti apa yang bikin kamu naik darah and both of you can work on it together. Teriak-teriak won’t help at all. Trus bikin cape sama aus gara-gara kebanyakkan teriak. hehehe :P. Kenapa kalian ga coba ngomong pelan-pelan. Kalau dia mulai teriak ke kamu, just stay quiet sampe dy diem. Nah kalo dy udah diem, start talking in soft manner and jelasin semua yang kamu mau jelasin. Kalo dy bales kamu teriak lagi dan terus-terusan teriak, tetep tenang (walaupun didalem rasanya udah kayak lahar mendidih) until he is ready buat ngomong dalam situasi tenang. If at the end of the day your partner tetep ga mau ngomong, give him/her space and kasih tau dia kalau kamu siap buat ngomongin ini baik-baik kapanpun dia siap untuk ngomong.

Remember, Don’t shout. Be calm and talk slowly.

2. Komunikasiin langsung ke orang yang bersangkutan
Before you post it everywhere all over social media, before kamu cerita ke sahabat, orang tua, kakak, temen, adik, sepupu, cicit, kakek, nenek, pacar, dll. Komunikasiin masalah kamu ke orang yang bersangkutan. Kalo kamu punya masalah sama pacar kamu yang terlalu sibuk dan ga punya waktu buat kamu, ajak si pacar ngomong. Kalo kamu ngerasa pacar kamu tuh terlalu kasar pas ngomong, bilang langsung ke dia. Kalo kamu ngerasa dy take you for granted, bilang langsung sama doi. Kalo kamu ngerasa dia berubah, utarain sama doi. Waktu temen-temen bahkan sahabat aku cerita their problem ke aku, pertanyaan yang aku tanya adalah “Have you talk to him/her? If not, tell them how you really feel.” Trus biasanya mereka nanya “Gimana cara ngomongnya?” dan aku akan jawab “Tell him everything exactly how you tell me.” Intinya, kalo kamu ga suka, just say it to him/her.

Another thing to concern is, tell everything in social media. It  won’t help you at all. Kamu tau kan berapa banyak orang di Facebook, Instagram, dll yang judge something even they don’t know the root of problem and what actually happened behind it. Ditambah lagi, internet is huge. Apa yang kamu post di social media, nyebar ke pelosok dunia dalam satu kedip. Kemungkinan besar orang bakal gossipin hubungan kamu trus ditambahin bumbu-bumbu dapur. Image kamu sama pasangan kamu jadi jelek. I mean, is this what you really want? No, right 🙂

Saran aku, pilih waktu dan suasana yang tepat buat kamu ngomong sama dia. Pas mood lagi tenang. Again, talk to him, don’t shout. Crying is allowed though 🙂 Keluarin semua unek-unek dari A-Z. Biar kamu lega, trus pasangan kamu juga jadi ngerti akar masalahnya apa. Ngerti perasaan kamu gimana. Kemungkinan hubungan kamu jadi baik lagi juga besar, karena kamu komunikasiin ke orangnya langsung dan dia denger langsung dari mulut kamu tanpa bumbu-bumbu dapur.

Girls, cowo itu ga selalu bisa ngerti apa yang cewe mau. Tell him exactly how you feel, everything. Jangan assume kalo cowo tuh selalu ngerti apa yang cewe mau even si cewe ngomong sebaliknya. Contoh : “Just leave me alone” buat cewe kadang it means “Don’t leave me”, buat si cowo it means “leave her alone, she needs to be alone”. Cowo itu kadang bukan sengaja untuk nyakitin kamu, tapi kadang emang mereka beneran ga ngerti apa yang kamu rasain, apa yang ada dalem pikiran kamu.
Remember, Men are from Mars and Woman are from Venus. Cowo dan cewe lahir dari dua dunia yang berbeda. Jadi jangan expect pacar kamu (cowo) untuk ngertiin kamu seutuhnya kalau kamu ga pernah ngejelasin seluruhnya.

3. Jangan dipendem dan didiemin.
Usahain sebisa mungkin untuk ga mendem sendiri masalah kamu. Kalo kamu emang bener-bener orang yang sangat tertutup dan ngomong sama yang orang yang bersangkutan adalah hal tersulit yang harus kamu lakuin. Maybe start with journaling, it might be a great help. Tulis semua kekeselan kamu di buku diary, atau jadiin lagu, jadiin puisi, atau apa ajah deh. Try your best to not keep it to yourself, try to find something to pour your feeling out. Trus pelan-pelan coba kamu ngomong sama 1 orang kepercayaan kamu, yang bener-bener bisa jaga rahasia kamu, and from then maybe you can start talking to the person itself 🙂 It hard I know, but you know what? You can do it ❤

Mungkin kadang orang yang suka mendem itu masalahnya udah terlalu berat dan ngerasa kadang sampe cerita ke temen pun ga akan bisa ngebantu, apalagi ngomong sama orang yang bersangkutan, udah ga memungkinkan. Mungkin untuk orang-orang yang menghadapi masalah lebih serius kayak KDRT, violence, drugs, abuse, divorce, dll. What I would do is firstly pray, karena aku tau God knows and understands me more than I understand myself. Secondly, I would ask for a professional help, like psychologist, doctor, religious leader, police, komisi perlindungan wanita dan anak, dll. // Please speak up if you’re facing a hard situation.

Satu hal lagi yang ga orang biasa lakuin adalah ngediemin atau ngebiarin masalah itu sendiri. Banyak banget orang yang kalo punya masalah, karena ga mau ribut, karena cape berantem, atau karena males ngebahas, masalah itu di biarin dan di diemin. Bilangnya sih “lupain ajah”, but I think you’re not really forget it, you just stack it up in your heart until your heart can’t take it anymore and it explode. Waktu dimana hati kamu meledak, it will hurt your partner, will hurt everybody around you and mostly it will hurt yourself.
Don’t run from your problem, face it, ini satu-satunya cara untuk nyelesain masalah kamu dan bikin hati damai.


The Last Part

Kalo lagi argue sama suami, aku termasuk orang yang susah ngomongin hal tersebut ke dia, susah gitu rasanya ungkapin apa yang aku rasain pelan-pelan dan dengan tenang. Aku pasti ungkapinnya sambil nangis atau ngambek, tapi ga pernah teriak-teriak sih untungnya hehhe.
Nah, si suami ini orangnya prefer aku komunikasiin ke dia, jelasin semua alesan aku ngambek dan kesel. Asli susah banget untuk bisa jelasin selengkap-lengkapnya. Pertama aku mikirnya “duh, masa ga tau sih?” tapi setelah lama hidup sama dia, aku ngerti kalo waktu dia bilang ga tau, means ga tau. But when he do know and ngeh kalo salahnya apa, dia tanpa ragu akan say sorry. Suami juga bukan orang yang suka teriak-teriak, mukul, dll. Dia adalah orang yang bener-bener full of respect dan pengertian. I would say kalo dia tuh jauh dan jauh lebih sabar dari aku.

See, I’m writing this post for myself too, I am still learning too. Dan aku ngerti banget susahnya untuk ngerubah sesuatu yang istilahnya udah jadi kebiasaan. But I tried. Aku mau hubungan pernikahan aku sama suami tuh tetep kokoh dan baik. So, there is something that I need to learn to change for the better future of us 🙂
Sekarang, aku lebih bisa terbuka dan ngomong sama suami pelan-pelan kalo lagi ada masalah, utarain apa yang bikin aku kesel. Kadang kalo udah mau ngambek, aku mikir lagi kalo ngambek dan diem-dieman itu bikin cape. Jadi ga jadi ngambek heheh. Aku yang biasanya gengsi banget minta maaf duluan, jadinya diem-dieman sampe lama, nunggu suami minta maaf duluan, sekarang well, aku minta maaf duluan, karena sometimes I know I triggered the fight dan aku yang kadang suka sensi hahaha.
And you know what? It is not so bad after all. It is actually feel so good. Bikin hidup jadi lebih tenang dan damai. Aku jadi bisa komunikasi lebih tentang banyak hal ke suami 🙂
I will close my post with this words from the Hindu Saint again.
He says “So when you argue, do not let your hearts get distant. Do not say words that distance each other more, or else there will come a day when the distance is so great that you will not find the path to return.”
Friends, kadang it just take one good communication away untuk nyelesain masalah kamu sama pacar kamu, sama orang tua, sama kakak adik, sama sahabat, dan sama siapapun. Learn to have a good communication. Say sorry and admit if you’re doing something wrong. As we all know, communication is one of the keys of successful relationship and If you love, you will communicate in soft manner, simply because you don’t want to hurt your loved ones. And you know what? Love always win.

Have a good day.
Thank you so much for reading ❤
Sincerely,
Stefie. A

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. GADIS says:

    sukaaaaaa deh sama artikel yang ini hahah😆 aku tuh mbak yaaa udah sering komunikasikan kenapa aku ngambek ini itu, tapi dianya teteeeep

    Liked by 1 person

    1. stefieamsrud says:

      Gadis makasih yahhh 🙂 heheheh.. Seneng banget Kamu selalu support 💛 Saran aku coba deh Kamu tanya kenapaa selalu ngulangin terus? 🙂 Let’s see what he will say 💛😘

      Liked by 1 person

  2. j'smama says:

    Nice post Stefie! Communication is indeed vital in any kind of relationship. Yelling won’t solve a problem nor silent treatment 🙂
    Pray together always. Try to solve any disagreement while both party are in a better mood. I always remind myself that I can’t take back what I have said to avoid saying something that I might regret later. A relationship is a hard-work. The more we know ourselves the better partner/spouse we are. Sorry for a long comment. Xoxo

    Liked by 1 person

    1. stefieamsrud says:

      Hiiii No worries at all. Yeap, I agree that relationship is a hard work and therefore communication is very important. Some people are just try to hinder it and I don’t want to be those people 🙂
      I love my marriage, it shape me to be a better me.

      Thank you so much for taking time to read and give your opini 🙂 Have a great Monday 😘

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s